Jesus According to Jesus Jesus According to Jesus
Menu
Button 1 Yesus365 Button 2 Apa yang Yesus Katakan Button 3 Orang-orang yang Berjumpa dengan Yesus Button 4 Ikuti Yesus Button 5 Hari-hari Terakhir-Nya Button 6 Kabar Baik
Tentang KamiBantuanHubungi KamiMasuk
Bahasa Indonesia🌐 +29
Pemilih bahasa
  • English
  • Français
  • Español
  • Português
  • Kiswahili
  • العربية
  • Hausa
  • Wolof
  • తెలుగు
  • 中文
  • हिन्दी
  • Tiếng Việt
  • አማርኛ
  • Yorùbá
  • فارسی
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Soomaali
  • Filipino
  • Italiano
  • Deutsch
  • Türkçe
  • Bamanankan
  • Lingála
  • Malagasy
  • Română
  • Nederlands
  • Русский
  • Ελληνικά
  • தமிழ்
  • Bahasa Indonesia
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Skip to content
Hubungi Kami
Skip to content
-
Jesus According to Jesus Jesus According to Jesus Yesus Menurut Yesus

Pertanyaan Anda. Hidup Anda. Perkataan Yesus.Explore meaning, forgiveness, and the hope of eternal life.

  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Gerakan
  • Perkataan
    • What Jesus says on certain topics
    • Who Jesus Says He Is
    • What Jesus Says He Came to Do
  • Hari-hari Terakhir-Nya
    • Palm Sunday
    • Monday
    • Tuesday
    • Wednesday
    • Thursday
    • Friday
    • Saturday
    • Sunday
  • Kabar Baik
  • Hubungi Kami
  • Masuk
  • Bantuan

Do Our Questions Seek Truth or Avoid It?

Share with others
WhatsAppXFacebookEmail
Calendar Day 294 · October 21
Returns on this date every year · Journey reflection 294

Welcome to Day 294 of our journey with Jesus. Today, we consider what Jesus calls us to question in our beliefs or lives. The main truth for today is this: Questions about Jesus can become a way to avoid the truth if we refuse to consider evidence honestly. Let’s begin.

Rincian perjalanan saat iniView the calendar, Episode and passage
Episode 10 • Days 266–295 Periksa diri
The Road Toward Jerusalem.
Day 294 of 365 Mark 11:27–12:12 6 min read Explore Episode 10 →
View all Episodes →

Jesus in Action

Mark 11:27–12:12

Step 4 of 5

  1. Hari 291 Berjumpa
  2. Hari 292 Dengarkan
  3. Hari 293 Temukan
  4. Hari 294 Periksa diri Anda berada di sini
  5. Hari 295 Tanggapi Selanjutnya
⚡
Langkah saat ini: Periksa diri

Periksa keyakinan atau kehidupan kita yang Yesus ajak untuk kita pertanyakan.

Central truth · Question

Questions about Jesus can become a way to avoid the truth if we refuse to consider evidence honestly.

Markus 11:27-12:12 · TSI
Waktu Yesus dan murid-murid-Nya sudah tiba di Yerusalem dan Dia sedang berjalan mengelilingi teras rumah Allah, para imam kepala, ahli Taurat, dan pemimpin Yahudi datang kepada-Nya. Mereka bertanya, “Siapa yang memberikan wewenang kepadamu untuk mengajar dan mengubah kebiasaan kami?— seperti yang kamu lakukan kemarin! Atas nama siapa kamu melakukan itu?” Jawab Yesus: Aku juga mau menanyakan sesuatu kepada kalian. Kalau kalian menjawab-Ku, maka Aku akan memberitahukan Siapa yang memberikan wewenang itu kepada-Ku. Coba jawab pertanyaan-Ku ini: Dari mana Yohanes Pembaptis mendapatkan wewenang untuk membaptis orang-orang? Apakah Allah yang memberikannya, atau dia melakukan atas kemauannya sendiri? Lalu mereka berunding satu sama lain, “Kalau kita menjawab ‘Allah yang memberikannya,’ nanti Yesus akan menyerang balik, ‘Kalau begitu, kenapa kalian tidak percaya kepada Yohanes?’ Tetapi kalau kita jawab, ‘Yohanes bekerja atas kemauannya sendiri,’ nanti orang banyak ini akan marah kepada kita!” Akhirnya mereka menjawab, “Kami tidak tahu.” Mereka berkata begitu karena takut kepada orang banyak, sebab semua orang yang berkumpul di situ percaya bahwa Yohanes adalah nabi. Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Kalau begitu, Aku juga tidak akan mengatakan kepada kalian siapa yang memberi-Ku wewenang untuk melakukan tindakan seperti kemarin.” Lalu Yesus mulai berbicara kepada pemimpin-pemimpin agama Yahudi itu dengan beberapa perumpamaan. Inilah salah satunya: Ada seorang pemilik tanah yang menyuruh hamba-hambanya membuat kebun anggur, lengkap dengan pagar di sekelilingnya. Lalu mereka menggali lubang tempat memeras buah anggur serta membangun pondok jaga yang tinggi untuk mengawasi kebun itu. Sesudah semuanya selesai, dia menyewakan kebun anggur itu kepada beberapa orang petani, lalu pergi ke negeri lain bersama para hambanya. Waktu musim panen tiba, dia menyuruh seorang hambanya pergi kepada petani-petani itu untuk menagih hasil penjualan anggur yang menjadi bagiannya. Tetapi para petani itu menangkap dan memukuli hambanya, lalu menyuruh dia pulang dengan tangan kosong. Kemudian pemilik kebun itu menyuruh hambanya yang lain pergi kepada mereka. Tetapi mereka mencaci maki dia dan melempari kepalanya dengan batu sampai terluka. Sekali lagi pemilik kebun itu menyuruh seorang hambanya yang lain. Tetapi mereka membunuh dia. Begitulah seterusnya para petani itu memperlakukan setiap hamba yang datang menagih hasil kebun itu. Ada yang dipukul, ada juga yang dibunuh. Akhirnya tidak ada lagi yang bisa disuruh oleh pemilik kebun itu, kecuali anaknya satu-satunya yang sangat dia kasihi. Maka dia menyuruh anaknya pergi karena dia pikir, “Tentu mereka akan menghormati anakku sendiri.” Tetapi waktu melihat anak itu datang, mereka berkata satu sama lain, “Lihat! Yang datang ini adalah anaknya sendiri. Dialah yang nanti menjadi pemilik kebun ini kalau bapaknya sudah meninggal. Mari kita bunuh dia, supaya kebun ini menjadi milik kita.” Jadi mereka menangkap dan membunuh dia, lalu membuang mayatnya keluar dari kebun itu. Nah, coba kalian pikir: Kalau sudah begitu, apa yang akan dilakukan oleh pemilik kebun? Tentu dia sendiri yang akan datang dan membinasakan para petani itu, lalu menyewakan kebunnya kepada petani-petani lain. Kalian sudah membaca Firman Allah, bukan? Karena ada tertulis: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan, sudah dijadikan Allah sebagai batu fondasi utama. Apa yang Allah lakukan itu sangat mengherankan bagi kita. Pemimpin-pemimpin Yahudi yang sedang mendengarkan perumpamaan itu tahu bahwa merekalah yang dimaksud Yesus sebagai petani-petani yang jahat. Karena itu mereka mencari cara untuk menangkap Yesus, tetapi mereka takut kepada orang banyak yang juga hadir di situ. Jadi mereka pergi meninggalkan Dia.

© 2014-2025 oleh Yayasan Alkitab Bahasa Kita (Albata) dan Pioneer Bible Translators International

TSI · API.Bible

After seeing Jesus identify Himself within God’s rejected yet victorious purpose, today we confront the supposed neutrality of endless questioning.

Questions can be sincere, necessary, and courageous. Jesus Himself asks questions. The problem in this encounter is not inquiry but the refusal to answer honestly when the evidence threatens a preferred position.

They Calculate Instead of Answering.

The leaders ask about authority, yet when Jesus asks about John, they discuss what each possible answer will cost them. Their concern is not simply what is true.

I Do Not Know Can Become a Shelter.

Sometimes uncertainty is genuine. Here, Mark shows leaders choosing “We do not know” because a truthful answer would expose them. Agnosticism can become strategic when certainty feels inconvenient.

Understanding Does Not Guarantee Submission.

After the parable, they know Jesus has spoken against them. Increased clarity produces greater opposition rather than repentance.

Questions Have a Direction.

Serious investigation should remain open to being changed by what it discovers. Jesus confronts the use of questions as an endless defense against the authority one is supposedly examining.

Tomorrow, move from investigation to an honest response to the rejected cornerstone.

Renungkan ini.

Which assumption does Jesus confront in you?

Examine your assumptions

Examine whether your questions are still seeking truth or have become a way to avoid a conclusion.

Sebelumnya← Day 293Jesus Claims the Authority of God’s Son Gambaran perjalanan

Dalam Episode ini

The Road Toward Jerusalem.

Days 266–295 • Ikuti Yesus melalui lima langkah nyata.

Mark 8:27–33 Days 266–270 • 5 Steps
  1. Hari 266 Berjumpa Segera hadir
  2. Hari 267 Dengarkan Segera hadir
  3. Hari 268 Temukan Segera hadir
  4. Hari 269 Periksa diri Segera hadir
  5. Hari 270 Tanggapi Segera hadir
Luke 9:51–62 Days 271–275 • 5 Steps
  1. Hari 271 Berjumpa
  2. Hari 272 Dengarkan
  3. Hari 273 Temukan
  4. Hari 274 Periksa diri
  5. Hari 275 Tanggapi
Mark 10:17–31 Days 276–280 • 5 Steps
  1. Hari 276 Berjumpa
  2. Hari 277 Dengarkan
  3. Hari 278 Temukan
  4. Hari 279 Periksa diri
  5. Hari 280 Tanggapi
Mark 10:35–45 Days 281–285 • 5 Steps
  1. Hari 281 Berjumpa
  2. Hari 282 Dengarkan
  3. Hari 283 Temukan
  4. Hari 284 Periksa diri
  5. Hari 285 Tanggapi
Luke 19:28–44 Days 286–290 • 5 Steps
  1. Hari 286 Berjumpa
  2. Hari 287 Dengarkan
  3. Hari 288 Temukan
  4. Hari 289 Periksa diri
  5. Hari 290 Tanggapi
Mark 11:27–12:12 Days 291–295 • 5 Steps
  1. Hari 291 Berjumpa
  2. Hari 292 Dengarkan
  3. Hari 293 Temukan
  4. Hari 294 Periksa diri Anda berada di sini
  5. Hari 295 Tanggapi Segera hadir
Jelajahi seluruh Episode →
Share with others
WhatsAppXFacebookEmail
Penulis

Staff Writer, A Disciple of Christ.

The JesusAccordingToJesus.com staff is committed to helping readers examine the person, words, and claims of Jesus with clarity, honesty, and reverence. Our work is shaped by a deep conviction that Jesus must be understood first by what He said about Himself, why He came, and what He calls every person to consider. We write for thoughtful readers, seekers, skeptics, and believers, pointing beyond mere religion to the living Christ, in whom truth, grace, meaning, and eternal hope are found.

Follow Me
Renungan Lainnya
Sebelumnya

Jesus Claims the Authority of God’s Son

Jesus According To Jesus

Yesus Menurut Yesus

Jesus’ words plainly presented. No labels, no noise, no system first. Just His voice from the Gospels on sin, forgiveness, eternal life, judgment, and who He says He is.

  • Tentang Kami
  • Statements
  • Hubungi Kami
  • Privacy Policy
  • Ketentuan

Explore Jesus’ Words

  • Who Jesus Says He Is
  • What Jesus Says He Came to Do
  • Perkataan Yesus
  • Topical Sayings of Jesus
  • Chronological Sayings of Jesus
  • Scripture Index

Start Here

  • Who Is Jesus According to Jesus?
  • What Must I Do to Be Saved?
  • Jesus on Sin and Repentance
  • Jesus on Forgiveness
  • Jesus on Eternal Life
  • Jesus on Judgment

Connect

Subscribe and follow for plain reflections on the words of Jesus from the Gospels.

Stay Rooted in the Words of Jesus

No spam. Unsubscribe anytime. We respect your inbox.

Thank you for subscribing. Please check your inbox or spam folder and click the confirmation link to complete your subscription.

XFacebookInstagramYouTubeTelegramWhatsApp
Hubungi Kami
© 2026 • Yesus Menurut Yesus • Hak cipta dilindungi. Segala kemuliaan bagi Allah.
Alamat: 12020 Sunrise Valley Drive • Ste 100 • Reston, VA • 20105 • USA
Mulai Perjalanan Ajukan Pertanyaan Beranda Minta Bantuan Bergabung dalam Gerakan
Cara hidup yang berbeda

Tema kebijaksanaan

Anatomi Penipuan Diri

Teks tersimpan dipertahankan; edisinya belum diverifikasi di sini. Lihat kutipan Alkitab beserta edisinya di bawah.

Apa yang akan berubah jika kita memperlakukan semua orang dengan empati yang diam-diam kita dambakan untuk diri kita sendiri?

Matthew 7:12

Baca ayat Alkitab dan edisinya
Matius 7:12 · TSI
Inilah inti hukum Taurat dan ajaran para nabi: Perlakukanlah setiap orang sebagaimana kamu sendiri ingin diperlakukan oleh orang lain.

© 2014-2025 oleh Yayasan Alkitab Bahasa Kita (Albata) dan Pioneer Bible Translators International

TSI · API.Bible

Kesombongan membutakan kita; kejujuran menyembuhkan kita. Yesus membongkar kemunafikan kita bukan untuk mempermalukan kita, tetapi untuk memberi kita pandangan yang jernih.

Lihat bagaimana pepatah-pepatah tersebut saling berhubungan.→
Kunci 294 dari 365JesusAccordingToJesus.com