Hormati Tuhan Tanpa Menyakiti Orang Lain
Selamat datang di Hari ke-300 perjalanan kita bersama Yesus. Hari ini, kita akan merenungkan bagaimana kita akan menanggapi Yesus. Kebenaran utama hari ini adalah: Yesus memanggil kita untuk memeriksa apakah ibadah kita memuliakan Tuhan dan memperlakukan orang lain dengan benar. Mari kita mulai.
Rincian perjalanan saat iniLihat kalender, episode, dan bagiannya.
Yesus dalam Tindakan
Markus 11:15–19
Langkah 5 dari 5
- Hari 296 Berjumpa
- Hari 297 Dengarkan
- Hari 298 Temukan
- Hari 299 Periksa diri
- Hari 300 Tanggapi Anda berada di sini
Tentukan bagaimana Anda akan menanggapi Yesus.
Teks Alkitab yang terverifikasi belum tersedia di sini. Tidak ada bahasa atau edisi lain yang digunakan sebagai pengganti.
Kita telah melihat Yesus membersihkan, menjelaskan, dan menghakimi ibadah yang rusak; hari ini tindakan-Nya mengarahkan pemeriksaan itu kepada kita.
Biarlah Yesus memeriksa lebih dari sekadar penampilan keagamaan. Konfrontasi di bait suci memperingatkan agar tidak berasumsi bahwa aktivitas yang berhubungan dengan Tuhan secara otomatis menyenangkan Tuhan.
Tanyakan pada diri sendiri, ibadah telah menjadi apa.
Doa, kemurahan hati, pengajaran, pelayanan, dan pengabdian semuanya dapat terjerat dengan status, kenyamanan, uang, atau kendali. Jangan berasumsi bahwa label yang baik menjamin motif yang tulus.
Tolak Menggunakan Agama Sebagai Kedok.
Kutipan Yesus dari Yeremia sangatlah mendalam. Partisipasi keagamaan tidak boleh pernah menjadi tempat berlindung yang membiarkan ketidakadilan, ketidakjujuran, atau eksploitasi terus berlanjut.
Pulihkan Tujuan.
Yesus mengutip maksud Allah: sebuah rumah doa. Tanggapannya bukanlah sinisme terhadap ibadah, melainkan penyelarasan kembali dengan apa yang Allah inginkan.
Selamat datang di Pemeriksaannya.
Pembersihan bait suci terasa tidak nyaman karena Yesus mengganggu apa yang telah dinormalisasi oleh orang-orang. Izinkan Dia memiliki otoritas yang sama atas praktik-praktik yang telah berhenti Anda pertanyakan, dan biarkan ibadah kembali mengarah kepada Tuhan, bukan kepada kepentingan diri sendiri.
Besok, adegan berpindah ke ruang atas, di mana Yesus mengambil tempat sebagai pelayan di hadapan murid-murid-Nya.
Renungkan ini.
Tanggapan apa yang Yesus tuntut?
Ambil langkah Anda selanjutnya
Biarkan Yesus memeriksa ibadah, motif, kebiasaan, dan sistem yang mungkin Anda abaikan begitu saja.